BAGAIMANA JIKA KEHIDUPAN TERNYATA TIDAK ADIL? (1 PETRUS 3:12-17)

Pendahuluan

Ada banyak versi dongeng yang mengupas tentang kebaikan dan kejahatan yang pada akhirnya kebaikan berkuasa atau pun menang atas kejahatan. Mulai dongeng lokal di Indonesia seperti Bawang Merah dan Bawang Putih, Malin Kundang, Rawa Pening, Ande-ande Lumut, hingga yang berasal dari belahan dunia lain pun bercerita hal yang sama, yakni Cinderella atau pun Putri Salju. Inti sari dan pesan yang ingin disampaikan pun sama orang yang baik akan menerima pahala mereka dan hidup bahagia selamanya sedangkan orang yang jahat dihukum dengan tegas dan sepantasnya. Dan inilah yang dinamakan keadilan. Bukankah akan menjadi kerinduan setiap kita agar suasana yang adil dapat diwujudkan. Sayangnya hidup tidak selalu demikian. Dalam setiap kesempatan senantiasa dijumpai bahwa kejujuran akan menjadi barang yang sangat langka; bahwa orang yang jujur akan menjadi bubur kacang ijo alias hancur; bahwa hidup menjadi sangat sulit. Kita menantikan bahwa dusta harus dibeberkan, ketidakjujuran harus diungkapkan dan kebenaran seharusnya mendapat pahala. Akan tetapi hal-hal itu tidak atau bahkan tidak pernah terjadi, paling tidak sebagaimana yang kita kehendaki. Sejumlah keluarga menjadi porak-poranda; banyak pasangan meninggalkan pasangannya yang setia; penyakit yang merenggut orang-orang yang mengasihi Tuhan; ketidakadilan dan ketidakjujuran yang melanda suasana kerja dan sekolah yang menjadi-jadi.
Kehidupan sungguh sangat tidak adil bagi sebagian orang ataupun bahkan bagi sebagian besar orang. Sesungguhnya kehidupan itu memang sulit akan tetapi disitulah didapati pelajaran yang terbaik dari kehidupan. Sebagai orang Kristen kita tahu bahwa pada akhirnya kebiakan akan menang atas kejahatan dan bahwa Allah kita adalah adil dan baik serta tidak memihak yang salah. Tetapi apa yang dapat kita lakukan dengan ketidakadilan dan ketidakjujuran pada saat sekarang ini? Bagaimana kita dapat terus melangkah maju di balik perlakuan-perlakuan yang tidak menyenangkan itu?

ISI
1. Modal dasar seorang Kristen dapat menghadapi kehidupan yang tidak adil?
a. Ayat 12 _________________________________________________________________________________________________

_________________________________________________________________________________________________

_________________________________________________________________________________________________
b. Ayat 13 _________________________________________________________________________________________________

_________________________________________________________________________________________________

__________________________________________________________________________________________________
c. Ayat 14a __________________________________________________________________________________________________

__________________________________________________________________________________________________

__________________________________________________________________________________________________

2. Tips sederhana yang dapat menolong kita dapat menanggapi dengan bijaksana ketika ketidakadilan terjadi:

a. Jangan ……………….. ataupun ……………..takut (v.14b) Perhatikan kata takut  phobia  takut yang menguasai menyebabkan lari dari kenyataan dan tekanan.  Perhatikan kata gentar  tidak tenang; perasaan kacau; gelisah ataupun bingung

b. ……………………Kristus adalah Tuhan dalam ……………………. (v.15a). Kisah Stefanus  Kis. 7:55-60  menyerahkan segala sesuatu pada kontrol Kristus  nama Tuhan dimuliakan  mendatangkan kepuasan yang kekal.

c. Selalu siap ……………….. kesaksian (v. 15b).  Pertanggungjawaban apologia  pembelaan secara lisan ( masuk akal dan dapat dimengerti) yang diliputi kelemahlembutan (kasih dan sopan) dan penuh horma (disampaikan sebagaimana perkataan yang ditujukan kepada Allah dengan sukacita) yang didalamnya nyata deklarasi kebenaran. Berdirilah atas nama kebenaran yang berkata hitam ataupun putih dan tidak kepada abu-abu.

d. Pelihara ………………………………yang murni (v. 16)
Rangkuman untuk menggambarkan bagian ayat ini adalah sepadan dengan kata integritas  karakter kokoh menghadapi ujian dengan terus menerus dan konsisten sehingga membuat para pemfitnah akan terdiam dan tidak bisa berbuat apapun untuk menfitnah.

e. Milikilah prinsip utama dan tidak tergoyahkan:  ………………………………………………………………………………………………………………………………………….(v.17)
Kisah Ayub  menjauhi kejahatan, memperhatikan keluarga, berjalan bersama Allah tetapi tanpa peringatan terlebih dahulu dan tampaknya tanpa alasan kehilangan semua yang dimilikinya  kita tidak mengharapkan kisah Ayub menimpa kita  jikalau kita menjadi Ayub modern jangan menghabiskan waktu untuk bertanya mengapa tetapi habiskanlah hidup dengan menerima segala bentuk arahan Tuhan (lihat: Yesaya 55:8-9) Selamat bergumul.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: