Melihat dari dekat Istri Idaman : Amsal 31

Melihat dari dekat Istri Idaman

Amsal 31

“Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.” –
Amsal 30:10

Pendahuluan

Kalau kita pergi ke kota-kota kecil di daerah-seperti kota Ponorogo dan sebagian besar di Bali-akan banyak ditemui hal yang jauh berbeda dari zaman dulu. Kebanyakan yang akan dijumpai di sana adalah para Bapak-bapak atau pemuda desa malah jadi orang rumahan. Lalu kemanakah gerangan istri atau pemudi desa? Justru para wanita kerja keras jadi TKW di luar negeri kalaupun tidak , biasanya mereka bekerja mulai menjadi buruh kasar dijalan maupun menjadi pembantu ataupun berjualan di pasar. Apakah ini yang dinamakan istri idaman? Dan kalaupun ditanyakan kepada mereka maka jawaban yang diberikanpun cukup sederhana, memang tugas istri bekerja sedangkan suami ada di rumah. Dari jawaban ini paling tidak dapat disimpulkan menjadi istri idaman adalah istri yang tunduk pada budaya yang ada, bahwa istri harus menerima dan menyerah pada budaya yang ada. Apakah ini salah? Apakah ini tepat? Apakah istri idaman itu jika hal yang sama diberlakukan pada sebagian besar budaya yang berlatar belakang patriakhal (suami atau laki-laki dipandang sebagai yang berkuasa dan yang menentukan garis keturunan). Kali ini kita diajak melihat dari dekat istri idaman dengan latar belakang budaya patriakhal, bagaimanakah potret istri idaman menurut Amsal 31?

Isi

I. Istri idaman dan relasinya terhadap suaminya

I.1. Amsal 31:11

I.2. Amsal 31:12

I.3. Amsal 31:23

I.4. Amsal 31:29

II. Istri idaman dan relasinya terhadap anak-anaknya

II.1. Amsal 31:28
(lihat ay. 15, 21, 26)

III. Istri idaman dalam mengatur rumah tangganya

III.1. Amsal 31:13

III.2. Amsal 31:14

III.3. Amsal 31:15

III.4. Amsal 31:16

III.5. Amsal 31:17

III.6. Amsal 31:18

III.7. Amsal 31:19

III.8. Amsal 31:21

III.9. Amsal 31:22

III.10.Amsal 31:25

III.11.Amsal 31:26

III.12.Amsal 31:27

IV. Istri idaman dan relasinya dengan Allah dan orang lain

IV.1. Amsal 31:20

IV.2. Amsal 31:30

IV.3. Amsal 31:31

Penutup

Apakah kita senantiasa mensyukuri keberadaan istri kita?

Apakah kita senantiasa mau mendukung istri kita apapun keadaannya untuk bertumbuh menjadi istri idaman?

Jika kita menjadi Kepala rumah tangga maka alangkah bijaknya kalau kita mulai merenungkan Amsal 31:31 dimana dikenal dan dikenang sebagai istri idaman yang bijak melalui buah-buah yang dihasilkannya (versus ay. 3)

1 Comment »

  1. 1
    sunsugos Says:

    yup…….thanks for your feedback…………


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: