Arsip untuk Desember 31st, 2009

Anak Terang

Desember 31, 2009

ANAK TERANG

oleh Antoni Nugroho

Lagu-lagu :

PEMERAN:

Peran utama:

Kepala suku pipi merah : Sifatnya pemarah dan mendidik anaknya dengan keras

Istri kepala suku pipi merah : sabar dan sayang sama anak dan suami

Anak kepala suku pipi merah 1 : tidak taat orang tua, nakal, dan suka iseng

Anak kepala suku pipi merah 2 : sayang orang tua dan saudara, penurut tapi penakut

penasehat suku pipi merah : seorang yang bijak, dan baik hati

panglima suku pipi merah : seorang yang taat dan mudah meledak emosinya

Kepala suku pipi hijau : penyayang istri dan anak serta suka mengalah

Istri kepala suku pipi hijau : sayang suami dan anak

Anak tunggal kepala suku pipi hijau : sayang orang tua, taat dan suka berteman

Pengasuh anak suku pipi hijau : suka berdandan, suka gosip, teledor dalam bekerja

Penginjil : seorang yang sudah tua, tp masih mau memberitakan Injil dan masuk ke tempat-tempat terpencil


Peran pembantu:

Rakyat suku pipi merah : 3 org

Rakyat suku pipi hijau : 4 orang

Narator:

Di Sebuah lembah pegunungan yang subur. Di mana terdapat  satu sungai yang tidak pernah kering meski musim kemarau, disanalah tinggal dua keluarga suku Indian.  Sungai yang membelah di tengah lembah menjadi pemisah daerah kekuasaan kedua suku ini. Yang hidup di sebelah kiri sungai ini hiduplah suku PIPI MERAH. Dan yang sebelah kanan sungai, hiduplah suku PIPI HIJAU. Keberadaan sungai yang memisahkan kedua suku ini juga seakan-akan berkata bahwa kedua suku ini memang tidak pernah bisa hidup berdamai. Ya begitulah……..meskipun mereka bertetangga, rupanya kedua suku Indian ini tidak pernah hidup dalam kedamaian.  Selalu saja tiap-tiap hari kedua suku Indian ini selalu bertengkar……..seperti yang baru saja terjadi pagi ini………….

(setting panggung: SUKU PIPI HIJAU dan SUKU PIPI MERAH saling melempar kertas yang di buat menyerupai batu ……….sambil mengacung-acungkan senjata dan panah bahkan di iringi suara riuh rendah……….dan teriakan khaz orang Indian lagi berperang)

Panglima Perang PM   : Tuan…….tuan…….(sambil terus memanggil kepala suku yang berada di dalam kemah)

Kepala Suku PM         :  (sambil berjalan keluar kemah dengan muka mengantuk) Hoooooooooooooam…………..aduhhh……….knapa berisik sekali diluar……dan kamu panglimaku mengapa kamu biarkan suara ribut …………malah kamu justru membangunkan aku……….. kamu tahu semalam saya harus bergadang minum anggur kesukaanku…………….

Panglima Perang PM   :  Maafkan hamba tuanku tapi……..hari ini kembali kita bertengkar dengan suku pipi hijau…. Dan hari ini tidak mampu saya kendalikan lagi tuanku……..suku pipi hijau telah menghina suku kita…….mereka…mereka ………..ah…

Kepala Suku PM         :  cepat katakan……. apa yang terjadi panglima?

Panglima Perang PM   :  mereka berani sekali masuk ke daerah kita dan mengambil …mengambil ……..bu..bu..buah petai yang menjadi kesukaan paduka…………(dengan muka ketakutan)

Kepala Suku PM         : apa? Buah petai kesukaanku……………. Auw.. auw… auw…. (sambil terus menepuk dadanya … karena marah) kalau begitu kenapa kamu masih disini………..ayo cepat kamu serang suku tidak tahu diri itu…………

Panglima Perang PM   :  baik … baik …tuanku…………….. (bergegas bersama kepala suku PM menuju tempat pertempuran)

Narator:

Demikianlah yang terjadi pagi itu……….kedua suku itu kembali berperang……..hanya karena persoalan hilangnya buah petai kesayangan kepala suku PM. Perang itu berlangsung hingga tengah hari………. Dan baru berhenti setelah kedua suku merasa kelelahan……….  Padahal Tuhan Yesus mengatakan ”Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”……………….apakah Tuhan Yesus senang melihat hal ini?

Paduan Suara menyanyikan LAGU TRACK 10

Narator:

Nah adik-adik, setelah mereka selama setengah hari mereka berperang…akhirnya mereka menyudahi peperangan itu tanpa ada perdamaian.  Masing-masing suku merasa dirinya benar…… lalu apa yang sebenarnya terjadi setelah terjadi peperangan…..Mari kita tengok sore hari setelah mereka berperang…….apa yang sedang terjadi di suku PIPI HIJAU?

Kepala suku PH          :  Istriku……….saya merasa sedih hari ini………

Istri kepala suku PH    :  memangnya ada apa suamiku? Apakah lantaran ada perang lagi sehingga membuat engkau bersedih? (dengan muka mencoba menyelidik hati suaminya)

Kepala suku PH          :  benar istriku…..hatiku sedih setiap kali harus berperang dengan tetangga kita sendiri….. apakah tidak ada cara lain dalam menyelesaikan masalah…..? apakah selalu dengan perang?

Istri kepala suku PH    :  benar suamiku………saya juga tidak setuju kalau semua diselesaikan dengan perang…tapi kalau tidak berperang suku kita akan hancur dan tidak akan ada lagi … karena semua mati dibunuh….oh…..huhuhuhu (sambil menangis)

Kepala suku PH          :  sudah…..sudah istriku……….jangan lanjutkan lagi bicara masalah perang, ………… kemana si ucok …..? hari ini saya tidak melihat dia?

Istri kepala suku PH    :  dia lagi tidur suamiku………..seharian ini dia ketakutan melihat perang. Saya tidak izinkan dia keluar kemah….dan saya suruh bibi betet untuk menemani…………kasihan dia……….

Kepala suku PH          :  iya istriku…………. saya tidak ingin dia memiliki perangai yang buruk…………… dia harus menjadi kebanggaanku………..jangan pernah membuat malu suku kita………….suku PIPI HIJAU…….hmmmm…..istriku kita harus didik dia biar menjadi anak yang bijaksana…….kamu mau kan?

Istri kepala suku PH    :  tentu saja mau suamiku………….saya juga demikian……….. (mereka berjalan menuju tempat ucok yang lagi tidur sambil dibelai dan dibenahi selimut dan tempat tidurnya)

SOLO PRIA DEWASA Menyanyikan lagu Track 9

Narator:

Adik-adik rupanya keluarga suku pipi hijau tidak ingin mereka selalu bermusuhan….mereka tidak ingin berperang……mereka ingin hidup berdamai…..si ucok pun ingin dibesarkan dengan bijaksana………tapi mereka tidak tahu bagaimana caranya memiliki hidup damai….mereka hanya tahu bagaimana caranya berperang…..

GERAK DAN LAGU Track 6

Narator:

Pagi itu seperti biasanya……….semua disibukkan dengan pekerjaan masing-masing, ada yang menyiapkan kayu bakar, memancing ikan, dan anak-anak bermain-main ditepi sungai. Dan pagi itu seperti biasanya anak-anak suku pipi merah pun sedang bermain-main ditepi sungai hingga jauh dari rumah mereka.

Anak suku PM (Lala)  : Kak Igo…….. kak igo……………………tunggu…..takut nih….jangan jauh-jauh ya……..

Anak suku PM (Igo)   : dasar penakut kamu la……… di sini banyak ikannya ayo main sini… cepat……….

Lala                             :  tapi kak………..apa kakak tidak salah jalan? Itu masuk daerah suku PH?  Lala takut tertangkap kak………………ayo pulang….(sambil menggandeng tangan Igo)

Igo                               :  lala…….lepaskan tangan ku……………Igo tidak takut dengan mereka…………pokoknya Igo mau mencari ikan di sini lebih banyak ikannya ………..kalau kamu mau pulang…..sana pulang sendiri.

Lala                             :  huhuhuhuhu………..kak igo jahat………..nanti saya bilang sama papi pipi Merah

Igo                               :  jangan cengeng…….papi pipi Merah tidak suka anaknya menangis……ayo cepat berhenti menangis………dasar anak cengeng….

Lala                             :  tapi kak ……… kalau kita ketahuan kita akan ditangkap……… kak kita udah mencuri ikan suku pipi hijau…………itu tidak boleh kan? Papi pipi merah tidak suka anaknya mencuri…………kak……tunggu ……….

Paduan suara menyanyikan lagu track 2

Narator:

Demikianlah mereka akhirnya bertengkar di tengah jalan hingga tanpa disangka-sangka mereka semakin jauh hingga memasuki daerah suku pipi hijau………….dan tanpa mereka sadari tiba-tiba…………..

Ucok                           :  kalian siapa………..?  bukankah kalian orang suku pipi merah? Kenapa bisa sampai kemari?

Igo                               :  siapa kamu?  Berani-beraninya kemari? Ini kan daerah suku pipi merah………(dengan nada tidak mau mengalah)

Lala                             :  kak…………..kak igo salah………..ini daerah suku pipi hijau…….ayo kak cepet pulang (sambil menggandeng tangan kakaknya)

Igo                               : ssssssssssssssttttttttt……….lala kamu diam……….jangan keras-keras…….(sambil berbisik)

Lala                             : tapi kak………..dia kan benar……………(sambil mulutnya ditutup oleh tangan igo)

Ucok                           :  sudah ……………sudah jangan bertengkar………………sebenarnya saya senang punya teman seperti kalian

Igo                               :  maksud kamu apa?  Kita selamanya tidak bisa berteman…..

Ucok                           : (sambil mengulurkan tangan) nama saya ucok……….saya anak kepala suku pipi hijau…………. saya sebenarnya senang berteman.. termasuk dengan kalian dari suku pipi merah……. maukah kalian menjadi teman ku……………saya tidak akan bilang sama papi pipi hijau…………kita bisa bermain bersama sekarang…..bagaimana?

Igo                               :  mmmmmmmmmm…….. apakah kamu benar-benar ingin berteman? La……….gimana ? apakah menurutmu dia orang baik?

Lala                             :  (sambil berbisik) iya kak……………Lala lihat ucok bukan orang jahat……..jadi apa salahnya kita berteman……pa lagi teman kita bisa bertambah banyak……….seperti bintang di langit….

Igo                               :  (sambil mengulurkan tangan) nama saya Igo………….dan ini Lala adik saya…………..kami ini anak suku pipi merah………..dan aku minta maaf datang kesini secara diam-diam

Ucok                           :  wah senangnya akhirnya kita bisa berteman……………..ayo kemari….kita bermain disini……………tapi jangan terlalu berisik ya nanti ketahuan, haha ………….igo disini banyak ikannya…….lala sini coba lihat……

Igo                               :  benar……….ucok benar………….lala ayo sini………………..kenapa diem saja……….ayo

Lala                             :  Lala takut air kak…………..lala belum diajari papi berenang………..

Ucok                           :  Igo…………Lala lihat langitnya biru sekali………………ayo kita duduk disini………….wah senangnya………………

Narator:

Adik-adik lihatlah betapa mereka akhirnya bisa berteman…………dahulu bermusuhan sekarang mereka bersama-sama bermain…………….

Paduan suara menyanyikan lagu track 3

Narator:

Tanpa terasa hari sudah siang…………….tapi mereka begitu asyiknya melihat-lihat langit dan burung-burung di udara yang terbang……..dan tanpa disadari oleh mereka datanglah seorang yang sudah renta………….rambutnya sudah mulai memutih………..cara berpakaiannya pun aneh bagi ucok, igo dan lala…….. kakek ini memakai pakaian yang berbeda karena memang bukan berasal dari suku indian.  Kakek ini adalah seorang pendeta yang senang sekali datang ke suku indian untuk memberitakan injil………sebut saja kakek yohanes……..demikianlah namanya………….

Pendeta yohanes         :  anak-anak………..(sambil menghela nafas dan menahan batuk karena kelelahan berjalan)

Ucok, Lala dan Igo     : (berbarengan karena kaget) wawawaaaaaaaaa…………. sa ….. sa ….  sapa kamu?

Pendeta Yohanes        :  jangan takut anak-anak……….saya pendeta yohanes………..saya datang untuk bercerita kepada kalian………….apa kalian mau dan senang kalau saya bercerita?

Ucok                           :  kakek yang baik. …… tentu saja kami senang……. bener tidak?  Igo? Lala? Apakah kalian juga senang?

Igo                               : benar ucok, lala pun akan senang dengar cerita kakek…………….

Pendeta Yohanes        : nah kalau begitu kakek bacakan firman Tuhan Yohanes 3: 16 ”karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal”  jadi Tuhan Yesus datang ke dunia ini untuk menebus orang berdosa dan membawa perdamaian antara manusia dan Tuhan…..nah sekarang kakek pengen nanya sama kalian…..siapakah yang tidak pernah berbuat jahat?

Lala                             :  maksud kakek…………. siapa diantara kami yang ga pernah berbuat nakal ya…………….mmmmmmmmmmmm rasanya ga ada ya……….papi pipi merah sering marah-marah kalau kami nakal….. lihat kek lengan ku sampe biru-biru dipukul……

Pendeta Yohanes        :  pasti orang tua kalian punya alasan mengapa sampai kalian di pukul…………..

Igo                               :  tapi kami selalu melakukan apa yang disuruh papi pipi merah…? Cuma…….kami masih kecil…………..kami ……….kami masih pengen main……main……..main…..igo masih pengen main-main kek…….tapi papi selalu marah…………huhuhu (menangis sedih)

Pendeta Yohanes        : sudah………sudah……….jangan sedih dan menangis…………..semua orang pasti pernah berbuat jahat……..kakek pun dulu pernah berbuat jahat,………..mencuri………..memukul………..bahkan berbohong……..kakek sangat jahat……tapi Tuhan mengasihi kakek……..kakek diampuni…….sekarang kakek telah berubah setelah terima Tuhan Yesus……

Ucok                           :  saya mau kek menjadi anak yang baik…….. supaya saya tidak lagi bermusuhan………..igo……….lala……….maukah kalian juga terima Tuhan Yesus……..supaya kita didamaikan……….kita jangan bertengkar dan bermusuhan lagi………..?

Lala                             :  saya mau ………tapi……bagaimana dengan igo…..dan kedua orang tua kita

Igo                               :  rasanya menyenangkan kalau tidak bermusuhan……… igo mau berkawan juga dengan kamu cok………..aku mau terima Tuhan Yesus…….supaya kita bisa berteman…

Pendeta Yohanes        :  wah……….senangnya melihat kalian telah menjadi teman…..memang kakek telah mendengar suku pipi merah dan pipi hijau selalu bertengkar……..tapi kakek melihat kalian setelah terima Tuhan Yesus ……kalian berubah……….nah pesan kakek…..ajak orang tua kalian untuk berdamai…………….jadilah anak terang yang membawa terang dan damai Tuhan…………kakek pergi dulu ya…….hahaha………selamat tinggal……….

Paduan suara menyanyikan lagu track 1

Narator:

Adik-adik tanpa pernah mereka bayangkan sebelumnya, akhirnya mereka bisa berteman setelah mereka mendengar cerita tentang Yesus.  Mereka kembali berdamai….meskipun…….orang tua mereka belum tentu mau berdamai …….

Kepala suku PM          :  Igo……………. mengapa kamu selalu tidak bisa konsentrasi…. selalu meleset…….. (dengan muka marah)

Igo                               :  papi………igo udah lelah berlatih memanah……….igo mau bermain saja….. (muka sedih)

Kepala suku PM          :  kalau kamu tidak mau berlatih dengan baik….bagaimana kamu bisa memimpin suku pipi merah dengan baik setelah papi pensiun nanti……ayo berlatih sungguh….

Igo                               :  tidak mau……..igo tidak mau berlatih memanah lagi papi…….untuk apa belajar memanah kalau hanya untuk bertengkar………

Kepala suku PM          :  kamu berani membantah papi……..apa kamu bilang tadi……memang anak nakal………(memukul dan menendang igo)

Igo                               :  ampun papi……..igo memang lagi capek papi………..ampun….ampun………..igo capek papi………

Lala                             :  (datang tiba-tiba) papi jangan pukul lagi kak igo……….jangan papi…………kak igo bisa sakit……….papi jangan……

Kepala suku PM          :  lala ………cepat tinggalkan igo atau kamu juga sekalian papi hukum ………ayo cepat……

Lala                             :  tidak papi…………..lala mau papi lepaskan kak igo……..baru lala mau pergi…….

Kepala suku PM          : Panglima…………..cepat kamu ikat kedua anakku itu ditiang sana………….anak-anak yang kurang ajar sama orang tua………

Panglima                     :  (datang mendekat sambil berjongkok memberi hormat) siap paduka………..tapi……..mereka masih kecil paduka……….

Kepala suku PM          :  kamu juga mau dihukum seperti mereka………kamu mulai membangkang perintah saya………..

Panglima                     :  ampun paduka ………..hamba tidak berani………..hamba akan laksanakan…………(sambil mendekat ke arah igo dan Lala sambil berkata………) tuan mari ikut saya tuan………….tuan jangan membantah lagi ya atau nanti saya dihukum oleh paduka……..

Istri kepala suku PM   :  (mendengar ribut-ribut keluar dari tenda) suamiku……..ada apa ini………..eeeeeeee……mengapa anak kita dihukum………apa yang mereka telah buat……….anakku apa yang kalian perbuat………ayo cepat minta ampun pada papi kalian……………(sambil merangkul kedua anaknya)

Kepala suku PM          :  istriku kamu jangan pernah ikut campur masalah ini……….biar mereka dihukum……..sebagai contoh anak yang tidak taat orang tuanya…………..ayo panglima cepat ikat mereka………………..

Lala dan Igo                :  mami……..mami………kami takut……..takut………..mami……mami. (sambil diseret panglima dan di ikat di tiang) hu…..hu,,,huhuhuhu…

Solo menyanyikan track 5 ———à diikuti tarian balet

Narator:

Demikianlah adik-adik, papi pipi merah sangat marah karena igo tidak mau berlatih memanah. Karena igo tahu bahwa itu digunakan untuk bermusuhan dengan suku pipi hijau …… lala dan igo diikat ditiang hingga jauh malam……….mereka tidak sempat makan…….dan akhirnya …………..

Penasehat PM             :  Paduka raja………………..apakah paduka tidak kasihan melihat anak-anak…………lihat mereka kedinginan………….

Kepala suku PM          :  penasehatku………hari ini saya kecewa dengan anakku sendiri……..mereka mau saya didik menjadi pemimpin yang tidak cengeng……….mereka harus kuat……….biar saja mereka disana

Penasehat PM             :  maksud paduka tentu baik……….semua rakyat paduka juga melihat paduka pemimpin yang baik……….tetapi hamba melihat menghukum anak-anak jangan terlalu keras……….hamba merasa mereka sudah cukup mendapatkan hukuman……… malam ini hampir hujan……. seandainya mereka jatuh sakit,,,,,………paduka sendiri yang rugi nanti………kalau sampai ada apa-apa dengan mereka, lalu siapa yang menjadi calon kepala suku kelak………….dan paduka tentunya juga tidak ingin istri paduka menjadi sedih sekali…….cobalah paduka pikirkan baik-baik……….

Kepala suku PM          :  mmmmmmmmmmmmmm…betul juga perkataanmu penasehatku….baik akan kulepaskan mereka……….sekarang minta panglima melepaskan mereka…………..

Penasehat PM             :  baik paduka…………..terima kasih paduka mau mendengarkan saya…….akan hamba laksanakan (bergegas menyuruh panglima melepaskan igo dan lala)

Paduan suara atau solo atau duet menyanyikan lagu track 8 à diiringi tarian

Narator:

Puji Tuhan adik-adik…….akhirnya igo dan lala dilepaskan sehingga mereka bisa makan dan tidur di dalam tenda. Berkat penasehat yang baik, papi pipi merah mau melepaskan hukuman anak-anaknya……hari berganti menjadi pagi ………………… dan perhatikan adik-adik …….. siapakah itu yang berjalan tepi sungai dekat sekali dengan wilayah suku pipi merah ………..?

Ucok                           :  (bicara sendiri) kenapa ya igo dan lala sudah dua hari tidak bermain kemari. …….. padahal hari ini sungguh indah sekali……… apalagi semalam hujan turun…… pagi ini jadi sejuk sekali…. oh seandainya ada igo dan lala tentunya hari ini tambah menyenangkan………………..(sambil bermain-main air)

Paduan suara menyanyikan lagu track 7 à diiringi tarian

Narator:

Adik-adik memang pagi itu indah sekali dan sungguh menggembirakan hati ucok…..sampai-sampai dia ingat dengan kedua sahabatnya yang lama tidak bermain-main lagi dengannya……. apa gerangan yang terjadi dengan igo dan lala………

Ucok                           :  apakah mereka sakit? Ooooooooo …. kasihan …… apa yang harus kulakukan?………..ah lebih baik coba ku lihat mereka disana……… siapa tahu mereka bermain sendiri di sana……….

Narator:

Adik-adik rupanya ucok memasuki wilayah suku pipi merah hanya karena sudah dua hari tidak menjumpai igo dan lala.  Ucok rindu untuk bisa bermain bersama kembali………akan tetapi….baru beberapa langkah memasuki wilayah suku pipi merah …………..terdengar suara gertakan………

Pengawal suku PM1   :  siapa kamu berani masuki wilayah suku pipi merah……hohoho…..rupanya ada tamu kecil masuk sini…..hahaha

Ucok                           :  mmmmm……(memperlihatkan wajah takut)….saya…..saya tersesat……

Pengawal suku PM2   :  hahaha tersesat…………kamu pasti dari suku pipi hijau…kamu mau mencuri buat petai lagi ya………………hahaha…..kali ini kamu tidak mungkin lagi bisa lolos…..

Ucok                           :  ampun……saya tidak berniat mencuri ……….. saya hanya……hanya……..

Pengawal suku PM1   :  sudah jangan banyak bicara mari kita bawa ke paduka kepala suku pipi merah…………..hahaha…………

Ucok                           : (meronta-ronta) jangan……lepaskan…………saya tidak berniat mencuri…….saya……..saya……..

Pengawal suku PM2   :  sudah diam kamu……………..ayo ikut kami………………….

Pengawal suku PM1   :  paduka………paduka …………lihat……….siapa yang kami dapatkan… maling kecil dari suku pipi hijau…………

Kepala suku PM          :  hahahahahaha………..hohohohoh…….akhirnya tertangkap juga pencuri buah petai ku………..hoahahahaha……… hei anak kecil siapa nama mu?

Ucok                           :  (dengan wajah memberanikan diri) saya……..saya anak kepala suku pipi hijau…………..

(Kepala suku PM dan yang lainnya tertawa………..hahahahahahahaha)

Kepala suku PM          :  haha sungguh berani kamu anak kecil…………..pengawal ikat dan bakar dia……………………….hahahaha….hahaha……….ahaha…mari kita adakan pesta……..haha

Pengawal PM1dan2    :  siap padukan………..ayo setan kecil…………kamu harus kami makan habis………haha…….tentu daging kamu empuk ya……haha

Ucok                           :  (berteriak) lepaskan-lepaskan…………saya bukan pencuri…..igo….lala…..tolong aku……………….igo …….. lala………

(ucok diikat ditiang dan akan dibakar hidup-hidup)

Ucok                           :  igo …………… lala ……………. igo …………….. lala ………..dmana kalian ………. igo……. lala……

Igo dan lala                 :  (Keluar dari tenda) ucok …… ucok ….. ucok …… (mereka berbarengan mendekat ke arah tiang dimana ucok diikat hendak dibakar) …………papi……..papi……….jangan bakar teman kami ….. papi saya sudah bersahabat dengan dia lama sekali …….. papi ……

Kepala suku PM          :  igo …. lala … minggir …. atau kalian mendapat hukuman lagi …. sudah cukup kalian membuat masalah kemarin …. sekarang biarkan papi menghukum maling kecil ini…….. ayo cepat

Narator:

Adik-adik….igo dan lala tidak bisa berbuat banyak…….papi pipi merah tetap akan membakar sahabat mereka ucok…………dan hukuman itu dilaksanakan esok hari……… igo dan lala menangis………. tidak tahu harus berbuat apa…. hingga tiba-tiba mereka teringat cerita tentang Tuhan Yesus yang datang ingin mendamaikan manusia berdosa dengan Tuhan………… apa yang mereka lakukan …..?

Igo                               :  adikku apakah kamu mau ikut aku?

Lala                             :  ikut kemana kak? ……………

Igo                               :  kalau kamu percaya sama kakak…………….ada yang dapat kita lakukan menolong ucok……… kamu ingat Tuhan Yesus lahir kedunia untuk menyerahkan dirinya untuk perdamaian …….menggantikan orang berdosa?

Lala                             :  iya lala ingat…………….. itu kan cerita kakek pendeta?

Igo                               :  ayo ikut kakak……………………….(sambil menarik lengan lala)

( Panggung sunyi )

Narator:

Malam berganti dengan pagi. Dan pagi itu memang sunyi sekali……….tetapi………..kesunyian itu tiba-tiba berubah menjadi gaduh dan ramai oleh kedatangan suku pipi hijau yang menyeberangi sungai untuk masuk ke wilayah suku pipi merah……… dan perhatikan adik-adik…………….ternyata bersama mereka ada igo dan lala dengan tangan terikat………oh….aneh sekali……… rupanya malam itu igo dan lala pergi menyeberang ke suku pipi hijau dan mengharapkan perdamaian dengan menyerahkan diri mereka ke tangan suku pipi hijau….. yah igo dan lala ingin mereka dijadikan tawanan untuk ditukarkan dengan nyawa sahabat mereka ucok…………..akhirnya ucok pun bisa diselamatkan karena pengorbanan kedua sahabatnya…..dan bukan itu saja………..kedua suku ini pun suku pipi merah dan pipi hijau bisa berdamai………..mereka tidak lagi bermusuhan………karena mereka malu terhadap anak mereka sendiri yang lebih dahulu berdamai……………

(semua pemain berkumpul dan tampil pertukaran pendamaian pun dilakukan sambil bergandengan tangan)

Paduan suara menyanyikan lagu track 4

Iklan

Hidup Menembus Batas

Desember 31, 2009

HIDUP MENEMBUS BATAS

Pendahuluan

Kita semua hidup dalam dunia yang serba menekan – dengan tekanan yang hampir selalu bersifat negatif. Menurut beberapa penelitian, kondisi ini membuat sebagian besar manusia mengembangkan 3 pola dalam menghadapi kehidupan yang menekan. Yang pertama, orang yang lemah, menunggu kesempatan. Yang kedua, orang yang kuat, menciptakan kesempatan. Dan yang ketiga, orang yang cerdik/bijak memanfaatkan kesempatan.

Nah, bagi orang tipe pertama, bila kesempatan belum datang, dia akan menunggu dan menunggu sampai kesempatan itu datang, Bila setelah ditunggu kesempatan belum juga datang, dia berpikir, dan berpasrah beginilah memang nasibku. Tipe manusia kedua: bagi orang kuat, bila kesempatan belum datang, dia akan mengunakan berbagai macam cara, kreatifitas, koneksitas, dan segenap kemampuannya untuk menciptakan kesempatan itu datang padanya. Sedangkan tipe manusia ketiga: bagi orang cerdik/bijak, dia akan memanfaatkan kesempatan itu, karena dia menyadari kesempatan adalah sesuatu yang berharga, belum tentu kesempatan itu datang untuk kedua kali.

Saya tipe yang mana:

Saya tidak tahu tipe anda yang mana, namun yang pasti Petrus juga telah memilih salah satu dari tiga pola dalam menghadapi tekanan hidup sebagaimana diuraikan di atas.  Dan rupa-rupanya apa yang dipilih oleh Petrus membuat dia mampu untuk hidup menembus batas.

Adakah cara untuk hidup menembus batas? Jawabannya ”ada” dan Petrus sudah membuktikan hal itu. Tuhan mengenali kondisi kita sebagai manusia dan menjawab tantangan tersebut melalui kasih setia-Nya yang luar biasa. Malam hari ini kita semua akan belajar menjadi anak-Nya yang dapat hidup menembus batas dengan hidup dalam kuasa-Nya yang luar biasa. Tidak lagi hidup sebagai orang yang sekedar bertahan hidup tetapi sebaliknya Anda dapat hidup menembus batas

Hidup menembus batas berarti:

BACA: Matius 14:22-36

GALI:

  1. Apakah yang diperintahkan Yesus kepada murid-murid-Nya? Apa yang menjadi tujuan Yesus dalam perintahnya kali ini? Bagaimanakah respon dari murid-murid kaitkan dengan kondisi badan dan waktu serta cuaca ? (ayat 22)
    1. _____________________________
  1. Apakah yang mereka mereka alami setelah perahu mereka berjalan beberapa mil jauhnya dari pantai? Apakah angin sakal itu?[1] Apakah yang dilakukan oleh para murid-murid ketika mengalami gangguan angin sakal? (ayat 24)
    1. ________________________________

DAPAT

  1. Dimanakah Yesus ketika murid-murid berangkat ke seberang? Dan dimanakah Yesus ketika murid-murid mengalami kesulitan? (ayat 23 dan 25) – Bayangkan dengan rentang jarak yang harus ditempuh oleh murid-murid minimal 3 jam.  Apakah yang dilakukan oleh Yesus? (ayat 27)
    1. _______________________________

DAPAT

  1. Bagaimanakah respon Petrus ketika melihat Tuhan Yesus datang? Bandingkan dengan murid yang lainnya (ayat 26 dan 28); Apa yang diperintahkan oleh Yesus melihat dan mendengar seruan Petrus? Apa yang dilakukan Petrus mendengar ajakan Yesus? (ayat 29)
    1. _______________________________

DAPAT

  1. Mengapa Petrus yang semula dapat berjalan di atas air menjadi tenggelam? [Ayat 30 — Tetapi ketika dirasanya tiupan angin” Terjemahan Alkitab Sehari-hari sama dengan beberapa terjemahan dalam bahasa Inggris, bunyinya “But when he saw the wind” (NIV)] Apa yang dilakukan oleh Petrus ketika dia merasa tenggelam dan apa yang dilakukan oleh Yesus? (ayat 30 dan 31)  — bandingkan pengalaman rohani apa yang juga dialami oleh orang-orang di Genesaret yang mengalami kesembuhan dari sakit! (ayat 34-36
    1. _______________________________________

DAPAT

Dia yang menyuruh, Dia juga yang akan memberikan kekuatan. Terpujilah Tuhan.


[1]Angin sakal bukanlah angin yang menghasilkan gelombang badai, tetapi  terutama dimaksudkan sebagai angin yang bertiup berlawanan  dengan arah yang dituju murid-murid (bandingkan dengan terjemahan bahasa Indonesia sehari-hari dan bahasa Inggris).Tuhan sendiri yang menyuruh murid-murid berangkat ke seberang, namun angin yang kuat berhembus berlawanan arah sehingga murid-murid sangat kepayahan mendayung perahu.

Esensi Pelayanan

Desember 31, 2009

ESENSI PELAYANAN

— Matius 15:29-39 —

Pendahuluan

Apakah esensi pelayanan itu? à searching by google à 0,28 detik à 48.700 bahasan, diantaranya:

Esensi Pelayanan adalah Membawa tiap-tiap orang pada Kesempurnaan seperti Kristus dengan cara Mengalami Kristus dalam KasihNya, KuasaNya dan KebenaranNya.

Esensi pelayanan yang Tuhan ajarkan adalah bagaimana setiap orang percaya kepada Tuhan Yesus menterjemahkan iman percayanya dalam perbuatan, seperti teladan iman Abraham, yang mana iman tanpa perbuatan seperti tubuh tanpa roh.

Esensi pelayanan dapat diuraikan sebagai berikut: usaha atau segala kegiatan dalam pimpinan Roh Kudus, untuk mengembalikan manusia kepada keadaan manusia, seperti sebelum manusia jatuh ke dalam dosa. Ini adalah rencana Tuhan yang agung dan kekal. Tuhan menghendaki satu makhluk yang disebut manusia, yang memiliki keberadaan segambar dengan diri-Nya.

ISI

Baca: Matius 15:29-39

Gali

  1. Dimanakah Yesus berada?
    1. _______________________________________________(ay. 24, 29, 30)
    2. _______________________________________________(ay. 30)

  1. Apakah yang Yesus lakukan terhadap orang-orang yang datang kepada-Nya?
    1. _______________________________________________(ay. 30b)
    2. _______________________________________________(ay. 32)
    3. Bandingkan dengan: Kis. 20:35 _________________________________ Roma 12:13 _____________________________________________Gal. 6:10___________________________________________ 1Tim. 6:17-19______________________________________

  1. Apakah yang menggerakkan Yesus untuk tetap menerima orang-orang yang datang kepada-Nya dan bandingkan dengan sikap yang diperlihatkan oleh para murid-Nya ?
    1. _______________________________________________ (ay.32)
    2. _______________________________________________ (ay.33)

  1. Apakah yang membuat berbeda antara respon yang diperlihatkan Yesus dan para murid-Nya?
    1. _______________________________________________ (ay. 23, 33)
    2. _______________________________________________ (ay. 34)
    3. _______________________________________________ (ay. 35)
    4. _______________________________________________ (ay. 36)
    5. _______________________________________________ (ay. 37)

  1. Apakah yang dikehendaki oleh Yesus terhadap orang-orang yang datang kepada-Nya dan para murid-Nya?
    1. _______________________________________________ (ay. 37-39)

Penutup

Apakah esensi pelayanan menurut Anda?

Doakan, Gumulkan dan Wujudkan!

Pengampunan

Desember 31, 2009

PENGAMPUNAN

Pendahuluan

Pelampiasan dendam semakin sering mewarnai surat kabar, media, dan berita televisi. Nada ketidakpuasan, iri hati, kekecewaan, sakit hati, dan kehilangan, bagai api menyulut bensin, tak seorang pun kuasa memadamkan. Demikianlah keadaan masyarakat kita yang mudah digiring kepada dendam membara, bahkan seringkali tanpa pemahaman yang jernih akan duduk permasalahannya. Masihkah gema pengampunan terdengar di tengah dendam membara?

Isi

1. Apa yang dimaksudkan dengan domba yang sesat dalam perikop Mat. 18:12-14 jika kemudian dilihat dari bagian selanjutnya yakni dari ayat 15-20 dan ayat 21-35?________________________________________

2. Apakah yang dimaksudkan dengan domba yang tidak sesat dalam perikop yang sama, apabila dilihat dari 2 perikop selanjutnya dalam matius 18 ini? _______________________________________________

3. Apakah yang dimaksudkan dengan si empunya kawanan domba apabila juga dilihat dari perikop yang sama? ____________________________________________

4. Apakah ada kesamaan tema dari ketiga perikop ini?

a. Matius 18:12-14 à ______________________________________

b. Matius 18:15-20 à ________________________________________

c. Matius 18:21-35 à _______________________________________

5. Apa yang dilakukan oleh si empunya domba ketika didapati bahwa seekor domba yang dimilikinya tersesat (v.12)? __________________________________________bandingkan dengan apa yang dilakukan oleh orang yang mendapati ada seseorang berbuat dosa dan raja yang mendapati seorang berhutang 10.000 talenta? (Andaikan upah kerja satu hari Rp 50.000,00 setara dengan satu dinar Romawi, maka satu dirham adalah setengahnya yaitu Rp 25.000,00. Satu mina bernilai 100 dirham atau Rp 2.500.000,00 maka satu talenta adalah mata uang dengan nilai 60 mina atau 60 x Rp 2.500.000,00 = Rp 150.000.000,00 Hutang yang dimaksud dalam Matius 18:24 di atas menurut pengandaian ini adalah 10.000 x Rp 150.000.000,00 = Rp 1.500.000.000.000,00 (seribu lima ratus … milyar), 1.5 trilyun rupiah) _____________________________________________________ 6. Apa yang mendorong si empunya domba, atau orang yang tengah menjumpai temannya berbuat dosa serta raja yang mendapati seorang berhutang 10.000 talenta untuk melakukan hal-hal tersebut? (v.13,14; 15; 27) ______________________________________________

7. Sikap yang kontras ditunjukkan ditunjukkan oleh orang yang tidak dapat dinasehati dari dosa yang dilakukan serta orang yang menerima penghapusan atas hutangnya. Mengapa bisa demikian? (dinar berasal dari kata Latin ‘denarius’, merujuk kepada mata uang yang digunakan di kalangan Romawi, sering digunakan di dalam Perjanjian Baru. Satu dinar adalah upah kerja buruh selama satu hari penuh Andaikan satu dinar adalah Rp 50.000,00 — anggapan standar upah pekerja harian di Jakarta — maka teman sang hamba di atas berhutang Rp 5.000.000.00 dan 200 dinar menurut perhitungan para murid (Markus 6:37, Yohanes 6:7) saat Yesus Kristus memberi makan 5.000 orang, bernilai Rp 10.000.000,00 sehingga masing-masing cuman kebagian jatah Rp 2.000,00! Minyak narwastu murni yang dicurahkan ke atas kepala Yesus Kristus (Markus 14:3) bernilai 300 dinar atau Rp 15.000.000,00). ____________________________________________

8. Apa saja yang disimpulkan oleh Yesus dalam tiga perikop ini melalui sikap yang diperlihatkan oleh Allah Bapa yang di Sorga tentang Prinsip Pengampunan?

a. Matius 18:14

______________________________________

b. Matius 18:18-20

__________________________________________

c. Matius 18:35

______________________________________________

DOSA TERBESAR PUN SUDAH TUHAN HAPUSKAN

KESALAHAN SEBESAR APAKAH YANG TAK DAPAT SAYA MAAFKAN?

BELAJAR UNTUK MENJADI BIJAKSANA Dari ORANG-ORANG BIJAKSANA

Desember 31, 2009

BELAJAR UNTUK MENJADI BIJAKSANA

Dari

ORANG-ORANG BIJAKSANA

Pendahuluan

Ada sesuatu yang menarik di saebuah diskusi para pelaku bisnis di Marketing Leadership Club, tentang orang bodoh dan orang pinter. Kira-kira anda termasuk kategori yang mana ya? Coba kita telaah beberapa statemen ringan ini:

  1. Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya dibisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar. Walhasil Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.
  2. Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
  3. Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.
  4. Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka disuruh orang pintar untuk membuatnya.
  5. Orang Bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH) oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang- undangnya orang bodoh.
  6. Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya. Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada diatas.
  7. Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu di dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang pintar menjadi staffnya orang bodoh.
  8. Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang berkerja. Tapi orang-orang pintar DEMO, Walhasil orang-orang pintar meratap-ratap” kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan. Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
  9. Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit. Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.

Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford), Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group). Adalah orang-orang Bodoh (tidak pernah dapat S1) yang kaya. Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka. Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.

Apa yang dapat disimpulkan dari hal diatas?

Belajar dari Orang Majus, bukan hanya pintar tetapi juga bijaksana dan berhikmat menjadikan kita paling tidak, untuk mulai berpikir banyak dan panjang tentang kehidupan mengikut TUHAN:

BACA: Matius 2:1-12

GALI:

  1. Siapakah orang Majus itu? (ayat 1)
    1. __________________________________________
  1. Apakah yang mereka lakukan ketika mendapati dan menemukan ada bintang timur yang tidak biasa itu? (ayat 1 dan 2)
    1. Ayat 2a ____________________________________
    2. Ayat 2b __________________________________________
  2. Kesulitan seperti apakah yang dapat kita bayangkan akan dialami oleh orang Majus ketika mencari raja Yahudi yang baru lahir?
    1. _______________________________________
  3. Apakah yang mereka lakukan ketika mengalami kesulitan dalam mengungkap berita besar yang di bawa oleh bintang dari timur?
    1. Ayat 1 ___________________________________________
    2. Ayat 5 dan 6 ____________________________________________
    3. Ayat 9 dan 12 ___________________________________________
  4. Apa yang mereka lakukan diakhir pencarian mereka?
    1. Ayat 11a ___________________________________________
    2. Ayat 11b ________________________________________________

Apakah yang dapat kita berikan untuk DIA

yang telah menyelematkan kita?

Tiga Disiplin Rohani dan Motivasinya: Mengembangkan Kehidupan Berelasi yang Benar dengan Tuhan

Desember 31, 2009

Tiga Disiplin Rohani dan Motivasinya:

Mengembangkan Kehidupan Berelasi yang Benar dengan TUHAN

——————- Matius 6:1-18 ——————

Pendahuluan

Apa yang terlintas di pikiran Anda saat Anda mendengar kata “disiplin”? Tanpa memaksa otak untuk berpikir keras, dengan waktu yang relatif cepat, Anda sudah dapat menyimpulkan jawabannya. Ah, disiplin adalah sesuatu yang menjengkelkan, berat, dan Anda pasti enggan untuk melakukannya.

Kalau dalam Mat 5:21-48 Tuhan Yesus menyerang ajaran ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, maka dalam Mat 6:1-18 Tuhan Yesus menyerang praktek / kehidupan dari ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Ajaran mereka yang salah menimbulkan praktek / kehidupan yang salah, dan kedua-duanya diserang oleh Tuhan Yesus. Yesus perlu mendisiplin orang-orang mempraktekan kehidupan rohani yang salah. Yesus juga menghendaki disiplin rohani kita tidak hanya sebatas pada sebuah rutinitas saja dan bukan juga disiplin rohani yang kehilangan kuasanya untuk membawa kita bertatap muka dengan Allah.

Pembahasan

  1. Apakah tema dari Matius 6:1-18? (v. 1)

Perhatikan 2 kata kuncinya yakni: (a) supaya dilihat à theathenai à artinya: _____________________________________________________________________________________________________________________________ dan (b) kewajiban agamamu à dikaiosune à artinya: ____________________________________________________________________________________________________________________________________

Apa yang dapat disimpulkan dari bagian ini jika dibandingkan dengan 5:16 : ______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

  1. Sebutkan tiga cakupan disiplin rohani yang disoroti oleh Yesus pada bagian firman Tuhan ini? (vv. 2-4; 5-15; 16-18)
    1. ____________________________________________________________
    2. ____________________________________________________________
    3. ____________________________________________________________
  2. Apakah yang disoroti oleh Tuhan Yesus dalam persoalan memberi sedekah? (vv. 2-4)
    1. Apakah arti mencanangkan? (v.2) NASB: ‘do not sound a trumpet before you’ NIV: ‘do not announce it with trumpets’: ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
    2. Apakah arti orang munafikàhupochritai? (v.2)

____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

    1. Apakah arti: Jangan diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu? (v.3) Bandingkan perkataan Calvin: “By this expression he means that we ought to be satisfied with having God for our only witness”

____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

  1. Apakah yang dikatakan oleh Tuhan Yesus mengenai hal berdoa (vv.5-15)
    1. Apakah yang dianjurkan oleh Tuhan ketika kita berdoa? ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
    2. Apakah Tuhan menginginkan kita melakukan semuanya itu secara hurufiah? (band. Kehidupan doa Yesus sendiri Mark 1:35; Mat 26:36-46 dan Luk 3:21 Luk 23:34 Yoh 11:41-42) ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
    3. Apakah yang sebetulnya dilarang oleh Tuhan Yesus ketika kita berdoa? ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
  2. Apakah berpuasa itu penting, harus atau tidak harus? (v.16; lih. v.2, 5)
    1. Kata apabila dalam banyak terjemahan lain dipakai kata When (ketika) dan bukan if (jika) implikasi dari penggunaan kata when you fast adalah ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
    2. Apa yang disarankan oleh Tuhan Yesus ketika berpuasa? (v. 17) ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Penutup

3 hal di atas tadi (memberi sedekah, berdoa, berpuasa) hanya contoh. Tentu saja dalam semua perbuatan baik kita tidak boleh pamer. Misalnya:

· dalam melakukan pelayanan.

· dalam memberitakan Injil.

· dalam belajar Firman Tuhan.

· dalam ketaatan terhadap Firman Tuhan.

· dalam memberi persembahan di gereja.

Orang Kristen dan Etos Kerjanya

Desember 31, 2009

ORANG KRISTEN dan ETOS KERJANYA

—————- Efesus 2:10; 6:6-7 —————-

Pendahuluan

1). ironis Kelangkaan. Ditengah kekayaan manusia yang seharusnya dapat dipakai untuk mengelola kesejahteraan manusia tetapi justru terjadi kelangkaaan yang bukan disebabkan oleh tidak adanya kekuatan mendayagunakan namun karena begitu banyak produksi yang diperlakukan secara tidak beres. Ketika daya begitu besar, pada saat yang sama terjadi pengerusakan dan penghancuran sumber yang seharusnya dapat dipakai oleh manusia.

2). ironis Kemiskinan. Ketika negera-negara adidaya semakin kaya, namun peningkatan kemiskinan persentasinya lebih besar daripada peningkatan incomenya karena hanya sekelompok orang yang bertambah kaya. Sungguh paradoks karena disatu pihak kita melihat dunia semakin hari semakin sejahtera dan makmur namun kenyataannya tidak meniadakan jumlah pengemis yang semakin meningkat jumlahnya.

3). Ironis Sensitifitas Keperdulian. Disatu pihak harusnya setiap kita makin maju dan makmur, semakin memikirkan kesejahteraan orang lain tetapi justru sebaliknya, berpikir bagaimana dapat menggunakan dan memanipulasi orang lain.

4). ironis Ketenagakerjaan. Disatu pihak banyak yang membutuhkan tenaga kerja tetapi dilain pihak tidak ada tenaga kerja yang memadai dan tidak adanya kesempatan bekerja karena tidak adanya kemampuan untuk pekerjaan yang dibutuhkan, sehingga pengganguran semakin meningkat.

5). ironis Waktu. Makin kita mempunyai kemampuan teknologi yang mengefisienkan waktu namun kita bukan semakin kelebihan waktu tetapi justru kekurangan waktu dan semakin kekurangan kemampuan untuk menata waktu.

Pembahasan:

Baca : Efesus 2:10; 6:6-7

Gali:

  1. Siapakah kita sekarang yang disebut orang percaya/Kristen dihadapan Allah? (v. 10a)

________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

  1. Untuk apa kita diciptakan dan ada di dunia ini? (v. 10b)

________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

  1. Apakah yang menjadi harapan Allah kepada tiap-tiap kita selama di dunia ini? (v. 10c)

________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

  1. Bagaimana sikap yang seharusnya kita tunjukkan ketika kita melakukan sesuatu yang diharapkan oleh Allah? (6:6,7)
    1. ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
    2. ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
    3. ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Temukan:

Penutup

Orang Kristen harus belajar menempatkan belas kasihan secara tepat. Berdasarkan etos kerja, seseorang berhak mendapatkan upahnya dan hidup secara layak. Dunia kita ini selalu mengalami penyimpangan dalam pola berpikir kerja karena filsafat dunia berusaha menyodorkan konsep-konsep yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan kebenaran Firman. Bagaimana saudara dan saya, dengan jiwa dan sistem kerja yang kita pakai? Bagaimana saudara dan saya menjadi orang-orang yang dipakai Tuhan untuk bekerja di tengah dunia secara tepat serta bagaimana kita menularkan prinsip dan etos kerja kepada orang lain, sehingga banyak orang yang disadarkan bahwa cara kerja yang tidak beres akan merusak seluruh masyarakat. Cara kerja yang tepat, yang kembali kepada Firman adalah yang membawa kita kepada kebenaran. Amin