Anak Terang

ANAK TERANG

oleh Antoni Nugroho

Lagu-lagu :

PEMERAN:

Peran utama:

Kepala suku pipi merah : Sifatnya pemarah dan mendidik anaknya dengan keras

Istri kepala suku pipi merah : sabar dan sayang sama anak dan suami

Anak kepala suku pipi merah 1 : tidak taat orang tua, nakal, dan suka iseng

Anak kepala suku pipi merah 2 : sayang orang tua dan saudara, penurut tapi penakut

penasehat suku pipi merah : seorang yang bijak, dan baik hati

panglima suku pipi merah : seorang yang taat dan mudah meledak emosinya

Kepala suku pipi hijau : penyayang istri dan anak serta suka mengalah

Istri kepala suku pipi hijau : sayang suami dan anak

Anak tunggal kepala suku pipi hijau : sayang orang tua, taat dan suka berteman

Pengasuh anak suku pipi hijau : suka berdandan, suka gosip, teledor dalam bekerja

Penginjil : seorang yang sudah tua, tp masih mau memberitakan Injil dan masuk ke tempat-tempat terpencil


Peran pembantu:

Rakyat suku pipi merah : 3 org

Rakyat suku pipi hijau : 4 orang

Narator:

Di Sebuah lembah pegunungan yang subur. Di mana terdapat  satu sungai yang tidak pernah kering meski musim kemarau, disanalah tinggal dua keluarga suku Indian.  Sungai yang membelah di tengah lembah menjadi pemisah daerah kekuasaan kedua suku ini. Yang hidup di sebelah kiri sungai ini hiduplah suku PIPI MERAH. Dan yang sebelah kanan sungai, hiduplah suku PIPI HIJAU. Keberadaan sungai yang memisahkan kedua suku ini juga seakan-akan berkata bahwa kedua suku ini memang tidak pernah bisa hidup berdamai. Ya begitulah……..meskipun mereka bertetangga, rupanya kedua suku Indian ini tidak pernah hidup dalam kedamaian.  Selalu saja tiap-tiap hari kedua suku Indian ini selalu bertengkar……..seperti yang baru saja terjadi pagi ini………….

(setting panggung: SUKU PIPI HIJAU dan SUKU PIPI MERAH saling melempar kertas yang di buat menyerupai batu ……….sambil mengacung-acungkan senjata dan panah bahkan di iringi suara riuh rendah……….dan teriakan khaz orang Indian lagi berperang)

Panglima Perang PM   : Tuan…….tuan…….(sambil terus memanggil kepala suku yang berada di dalam kemah)

Kepala Suku PM         :  (sambil berjalan keluar kemah dengan muka mengantuk) Hoooooooooooooam…………..aduhhh……….knapa berisik sekali diluar……dan kamu panglimaku mengapa kamu biarkan suara ribut …………malah kamu justru membangunkan aku……….. kamu tahu semalam saya harus bergadang minum anggur kesukaanku…………….

Panglima Perang PM   :  Maafkan hamba tuanku tapi……..hari ini kembali kita bertengkar dengan suku pipi hijau…. Dan hari ini tidak mampu saya kendalikan lagi tuanku……..suku pipi hijau telah menghina suku kita…….mereka…mereka ………..ah…

Kepala Suku PM         :  cepat katakan……. apa yang terjadi panglima?

Panglima Perang PM   :  mereka berani sekali masuk ke daerah kita dan mengambil …mengambil ……..bu..bu..buah petai yang menjadi kesukaan paduka…………(dengan muka ketakutan)

Kepala Suku PM         : apa? Buah petai kesukaanku……………. Auw.. auw… auw…. (sambil terus menepuk dadanya … karena marah) kalau begitu kenapa kamu masih disini………..ayo cepat kamu serang suku tidak tahu diri itu…………

Panglima Perang PM   :  baik … baik …tuanku…………….. (bergegas bersama kepala suku PM menuju tempat pertempuran)

Narator:

Demikianlah yang terjadi pagi itu……….kedua suku itu kembali berperang……..hanya karena persoalan hilangnya buah petai kesayangan kepala suku PM. Perang itu berlangsung hingga tengah hari………. Dan baru berhenti setelah kedua suku merasa kelelahan……….  Padahal Tuhan Yesus mengatakan ”Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”……………….apakah Tuhan Yesus senang melihat hal ini?

Paduan Suara menyanyikan LAGU TRACK 10

Narator:

Nah adik-adik, setelah mereka selama setengah hari mereka berperang…akhirnya mereka menyudahi peperangan itu tanpa ada perdamaian.  Masing-masing suku merasa dirinya benar…… lalu apa yang sebenarnya terjadi setelah terjadi peperangan…..Mari kita tengok sore hari setelah mereka berperang…….apa yang sedang terjadi di suku PIPI HIJAU?

Kepala suku PH          :  Istriku……….saya merasa sedih hari ini………

Istri kepala suku PH    :  memangnya ada apa suamiku? Apakah lantaran ada perang lagi sehingga membuat engkau bersedih? (dengan muka mencoba menyelidik hati suaminya)

Kepala suku PH          :  benar istriku…..hatiku sedih setiap kali harus berperang dengan tetangga kita sendiri….. apakah tidak ada cara lain dalam menyelesaikan masalah…..? apakah selalu dengan perang?

Istri kepala suku PH    :  benar suamiku………saya juga tidak setuju kalau semua diselesaikan dengan perang…tapi kalau tidak berperang suku kita akan hancur dan tidak akan ada lagi … karena semua mati dibunuh….oh…..huhuhuhu (sambil menangis)

Kepala suku PH          :  sudah…..sudah istriku……….jangan lanjutkan lagi bicara masalah perang, ………… kemana si ucok …..? hari ini saya tidak melihat dia?

Istri kepala suku PH    :  dia lagi tidur suamiku………..seharian ini dia ketakutan melihat perang. Saya tidak izinkan dia keluar kemah….dan saya suruh bibi betet untuk menemani…………kasihan dia……….

Kepala suku PH          :  iya istriku…………. saya tidak ingin dia memiliki perangai yang buruk…………… dia harus menjadi kebanggaanku………..jangan pernah membuat malu suku kita………….suku PIPI HIJAU…….hmmmm…..istriku kita harus didik dia biar menjadi anak yang bijaksana…….kamu mau kan?

Istri kepala suku PH    :  tentu saja mau suamiku………….saya juga demikian……….. (mereka berjalan menuju tempat ucok yang lagi tidur sambil dibelai dan dibenahi selimut dan tempat tidurnya)

SOLO PRIA DEWASA Menyanyikan lagu Track 9

Narator:

Adik-adik rupanya keluarga suku pipi hijau tidak ingin mereka selalu bermusuhan….mereka tidak ingin berperang……mereka ingin hidup berdamai…..si ucok pun ingin dibesarkan dengan bijaksana………tapi mereka tidak tahu bagaimana caranya memiliki hidup damai….mereka hanya tahu bagaimana caranya berperang…..

GERAK DAN LAGU Track 6

Narator:

Pagi itu seperti biasanya……….semua disibukkan dengan pekerjaan masing-masing, ada yang menyiapkan kayu bakar, memancing ikan, dan anak-anak bermain-main ditepi sungai. Dan pagi itu seperti biasanya anak-anak suku pipi merah pun sedang bermain-main ditepi sungai hingga jauh dari rumah mereka.

Anak suku PM (Lala)  : Kak Igo…….. kak igo……………………tunggu…..takut nih….jangan jauh-jauh ya……..

Anak suku PM (Igo)   : dasar penakut kamu la……… di sini banyak ikannya ayo main sini… cepat……….

Lala                             :  tapi kak………..apa kakak tidak salah jalan? Itu masuk daerah suku PH?  Lala takut tertangkap kak………………ayo pulang….(sambil menggandeng tangan Igo)

Igo                               :  lala…….lepaskan tangan ku……………Igo tidak takut dengan mereka…………pokoknya Igo mau mencari ikan di sini lebih banyak ikannya ………..kalau kamu mau pulang…..sana pulang sendiri.

Lala                             :  huhuhuhuhu………..kak igo jahat………..nanti saya bilang sama papi pipi Merah

Igo                               :  jangan cengeng…….papi pipi Merah tidak suka anaknya menangis……ayo cepat berhenti menangis………dasar anak cengeng….

Lala                             :  tapi kak ……… kalau kita ketahuan kita akan ditangkap……… kak kita udah mencuri ikan suku pipi hijau…………itu tidak boleh kan? Papi pipi merah tidak suka anaknya mencuri…………kak……tunggu ……….

Paduan suara menyanyikan lagu track 2

Narator:

Demikianlah mereka akhirnya bertengkar di tengah jalan hingga tanpa disangka-sangka mereka semakin jauh hingga memasuki daerah suku pipi hijau………….dan tanpa mereka sadari tiba-tiba…………..

Ucok                           :  kalian siapa………..?  bukankah kalian orang suku pipi merah? Kenapa bisa sampai kemari?

Igo                               :  siapa kamu?  Berani-beraninya kemari? Ini kan daerah suku pipi merah………(dengan nada tidak mau mengalah)

Lala                             :  kak…………..kak igo salah………..ini daerah suku pipi hijau…….ayo kak cepet pulang (sambil menggandeng tangan kakaknya)

Igo                               : ssssssssssssssttttttttt……….lala kamu diam……….jangan keras-keras…….(sambil berbisik)

Lala                             : tapi kak………..dia kan benar……………(sambil mulutnya ditutup oleh tangan igo)

Ucok                           :  sudah ……………sudah jangan bertengkar………………sebenarnya saya senang punya teman seperti kalian

Igo                               :  maksud kamu apa?  Kita selamanya tidak bisa berteman…..

Ucok                           : (sambil mengulurkan tangan) nama saya ucok……….saya anak kepala suku pipi hijau…………. saya sebenarnya senang berteman.. termasuk dengan kalian dari suku pipi merah……. maukah kalian menjadi teman ku……………saya tidak akan bilang sama papi pipi hijau…………kita bisa bermain bersama sekarang…..bagaimana?

Igo                               :  mmmmmmmmmm…….. apakah kamu benar-benar ingin berteman? La……….gimana ? apakah menurutmu dia orang baik?

Lala                             :  (sambil berbisik) iya kak……………Lala lihat ucok bukan orang jahat……..jadi apa salahnya kita berteman……pa lagi teman kita bisa bertambah banyak……….seperti bintang di langit….

Igo                               :  (sambil mengulurkan tangan) nama saya Igo………….dan ini Lala adik saya…………..kami ini anak suku pipi merah………..dan aku minta maaf datang kesini secara diam-diam

Ucok                           :  wah senangnya akhirnya kita bisa berteman……………..ayo kemari….kita bermain disini……………tapi jangan terlalu berisik ya nanti ketahuan, haha ………….igo disini banyak ikannya…….lala sini coba lihat……

Igo                               :  benar……….ucok benar………….lala ayo sini………………..kenapa diem saja……….ayo

Lala                             :  Lala takut air kak…………..lala belum diajari papi berenang………..

Ucok                           :  Igo…………Lala lihat langitnya biru sekali………………ayo kita duduk disini………….wah senangnya………………

Narator:

Adik-adik lihatlah betapa mereka akhirnya bisa berteman…………dahulu bermusuhan sekarang mereka bersama-sama bermain…………….

Paduan suara menyanyikan lagu track 3

Narator:

Tanpa terasa hari sudah siang…………….tapi mereka begitu asyiknya melihat-lihat langit dan burung-burung di udara yang terbang……..dan tanpa disadari oleh mereka datanglah seorang yang sudah renta………….rambutnya sudah mulai memutih………..cara berpakaiannya pun aneh bagi ucok, igo dan lala…….. kakek ini memakai pakaian yang berbeda karena memang bukan berasal dari suku indian.  Kakek ini adalah seorang pendeta yang senang sekali datang ke suku indian untuk memberitakan injil………sebut saja kakek yohanes……..demikianlah namanya………….

Pendeta yohanes         :  anak-anak………..(sambil menghela nafas dan menahan batuk karena kelelahan berjalan)

Ucok, Lala dan Igo     : (berbarengan karena kaget) wawawaaaaaaaaa…………. sa ….. sa ….  sapa kamu?

Pendeta Yohanes        :  jangan takut anak-anak……….saya pendeta yohanes………..saya datang untuk bercerita kepada kalian………….apa kalian mau dan senang kalau saya bercerita?

Ucok                           :  kakek yang baik. …… tentu saja kami senang……. bener tidak?  Igo? Lala? Apakah kalian juga senang?

Igo                               : benar ucok, lala pun akan senang dengar cerita kakek…………….

Pendeta Yohanes        : nah kalau begitu kakek bacakan firman Tuhan Yohanes 3: 16 ”karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal”  jadi Tuhan Yesus datang ke dunia ini untuk menebus orang berdosa dan membawa perdamaian antara manusia dan Tuhan…..nah sekarang kakek pengen nanya sama kalian…..siapakah yang tidak pernah berbuat jahat?

Lala                             :  maksud kakek…………. siapa diantara kami yang ga pernah berbuat nakal ya…………….mmmmmmmmmmmm rasanya ga ada ya……….papi pipi merah sering marah-marah kalau kami nakal….. lihat kek lengan ku sampe biru-biru dipukul……

Pendeta Yohanes        :  pasti orang tua kalian punya alasan mengapa sampai kalian di pukul…………..

Igo                               :  tapi kami selalu melakukan apa yang disuruh papi pipi merah…? Cuma…….kami masih kecil…………..kami ……….kami masih pengen main……main……..main…..igo masih pengen main-main kek…….tapi papi selalu marah…………huhuhu (menangis sedih)

Pendeta Yohanes        : sudah………sudah……….jangan sedih dan menangis…………..semua orang pasti pernah berbuat jahat……..kakek pun dulu pernah berbuat jahat,………..mencuri………..memukul………..bahkan berbohong……..kakek sangat jahat……tapi Tuhan mengasihi kakek……..kakek diampuni…….sekarang kakek telah berubah setelah terima Tuhan Yesus……

Ucok                           :  saya mau kek menjadi anak yang baik…….. supaya saya tidak lagi bermusuhan………..igo……….lala……….maukah kalian juga terima Tuhan Yesus……..supaya kita didamaikan……….kita jangan bertengkar dan bermusuhan lagi………..?

Lala                             :  saya mau ………tapi……bagaimana dengan igo…..dan kedua orang tua kita

Igo                               :  rasanya menyenangkan kalau tidak bermusuhan……… igo mau berkawan juga dengan kamu cok………..aku mau terima Tuhan Yesus…….supaya kita bisa berteman…

Pendeta Yohanes        :  wah……….senangnya melihat kalian telah menjadi teman…..memang kakek telah mendengar suku pipi merah dan pipi hijau selalu bertengkar……..tapi kakek melihat kalian setelah terima Tuhan Yesus ……kalian berubah……….nah pesan kakek…..ajak orang tua kalian untuk berdamai…………….jadilah anak terang yang membawa terang dan damai Tuhan…………kakek pergi dulu ya…….hahaha………selamat tinggal……….

Paduan suara menyanyikan lagu track 1

Narator:

Adik-adik tanpa pernah mereka bayangkan sebelumnya, akhirnya mereka bisa berteman setelah mereka mendengar cerita tentang Yesus.  Mereka kembali berdamai….meskipun…….orang tua mereka belum tentu mau berdamai …….

Kepala suku PM          :  Igo……………. mengapa kamu selalu tidak bisa konsentrasi…. selalu meleset…….. (dengan muka marah)

Igo                               :  papi………igo udah lelah berlatih memanah……….igo mau bermain saja….. (muka sedih)

Kepala suku PM          :  kalau kamu tidak mau berlatih dengan baik….bagaimana kamu bisa memimpin suku pipi merah dengan baik setelah papi pensiun nanti……ayo berlatih sungguh….

Igo                               :  tidak mau……..igo tidak mau berlatih memanah lagi papi…….untuk apa belajar memanah kalau hanya untuk bertengkar………

Kepala suku PM          :  kamu berani membantah papi……..apa kamu bilang tadi……memang anak nakal………(memukul dan menendang igo)

Igo                               :  ampun papi……..igo memang lagi capek papi………..ampun….ampun………..igo capek papi………

Lala                             :  (datang tiba-tiba) papi jangan pukul lagi kak igo……….jangan papi…………kak igo bisa sakit……….papi jangan……

Kepala suku PM          :  lala ………cepat tinggalkan igo atau kamu juga sekalian papi hukum ………ayo cepat……

Lala                             :  tidak papi…………..lala mau papi lepaskan kak igo……..baru lala mau pergi…….

Kepala suku PM          : Panglima…………..cepat kamu ikat kedua anakku itu ditiang sana………….anak-anak yang kurang ajar sama orang tua………

Panglima                     :  (datang mendekat sambil berjongkok memberi hormat) siap paduka………..tapi……..mereka masih kecil paduka……….

Kepala suku PM          :  kamu juga mau dihukum seperti mereka………kamu mulai membangkang perintah saya………..

Panglima                     :  ampun paduka ………..hamba tidak berani………..hamba akan laksanakan…………(sambil mendekat ke arah igo dan Lala sambil berkata………) tuan mari ikut saya tuan………….tuan jangan membantah lagi ya atau nanti saya dihukum oleh paduka……..

Istri kepala suku PM   :  (mendengar ribut-ribut keluar dari tenda) suamiku……..ada apa ini………..eeeeeeee……mengapa anak kita dihukum………apa yang mereka telah buat……….anakku apa yang kalian perbuat………ayo cepat minta ampun pada papi kalian……………(sambil merangkul kedua anaknya)

Kepala suku PM          :  istriku kamu jangan pernah ikut campur masalah ini……….biar mereka dihukum……..sebagai contoh anak yang tidak taat orang tuanya…………..ayo panglima cepat ikat mereka………………..

Lala dan Igo                :  mami……..mami………kami takut……..takut………..mami……mami. (sambil diseret panglima dan di ikat di tiang) hu…..hu,,,huhuhuhu…

Solo menyanyikan track 5 ———à diikuti tarian balet

Narator:

Demikianlah adik-adik, papi pipi merah sangat marah karena igo tidak mau berlatih memanah. Karena igo tahu bahwa itu digunakan untuk bermusuhan dengan suku pipi hijau …… lala dan igo diikat ditiang hingga jauh malam……….mereka tidak sempat makan…….dan akhirnya …………..

Penasehat PM             :  Paduka raja………………..apakah paduka tidak kasihan melihat anak-anak…………lihat mereka kedinginan………….

Kepala suku PM          :  penasehatku………hari ini saya kecewa dengan anakku sendiri……..mereka mau saya didik menjadi pemimpin yang tidak cengeng……….mereka harus kuat……….biar saja mereka disana

Penasehat PM             :  maksud paduka tentu baik……….semua rakyat paduka juga melihat paduka pemimpin yang baik……….tetapi hamba melihat menghukum anak-anak jangan terlalu keras……….hamba merasa mereka sudah cukup mendapatkan hukuman……… malam ini hampir hujan……. seandainya mereka jatuh sakit,,,,,………paduka sendiri yang rugi nanti………kalau sampai ada apa-apa dengan mereka, lalu siapa yang menjadi calon kepala suku kelak………….dan paduka tentunya juga tidak ingin istri paduka menjadi sedih sekali…….cobalah paduka pikirkan baik-baik……….

Kepala suku PM          :  mmmmmmmmmmmmmm…betul juga perkataanmu penasehatku….baik akan kulepaskan mereka……….sekarang minta panglima melepaskan mereka…………..

Penasehat PM             :  baik paduka…………..terima kasih paduka mau mendengarkan saya…….akan hamba laksanakan (bergegas menyuruh panglima melepaskan igo dan lala)

Paduan suara atau solo atau duet menyanyikan lagu track 8 à diiringi tarian

Narator:

Puji Tuhan adik-adik…….akhirnya igo dan lala dilepaskan sehingga mereka bisa makan dan tidur di dalam tenda. Berkat penasehat yang baik, papi pipi merah mau melepaskan hukuman anak-anaknya……hari berganti menjadi pagi ………………… dan perhatikan adik-adik …….. siapakah itu yang berjalan tepi sungai dekat sekali dengan wilayah suku pipi merah ………..?

Ucok                           :  (bicara sendiri) kenapa ya igo dan lala sudah dua hari tidak bermain kemari. …….. padahal hari ini sungguh indah sekali……… apalagi semalam hujan turun…… pagi ini jadi sejuk sekali…. oh seandainya ada igo dan lala tentunya hari ini tambah menyenangkan………………..(sambil bermain-main air)

Paduan suara menyanyikan lagu track 7 à diiringi tarian

Narator:

Adik-adik memang pagi itu indah sekali dan sungguh menggembirakan hati ucok…..sampai-sampai dia ingat dengan kedua sahabatnya yang lama tidak bermain-main lagi dengannya……. apa gerangan yang terjadi dengan igo dan lala………

Ucok                           :  apakah mereka sakit? Ooooooooo …. kasihan …… apa yang harus kulakukan?………..ah lebih baik coba ku lihat mereka disana……… siapa tahu mereka bermain sendiri di sana……….

Narator:

Adik-adik rupanya ucok memasuki wilayah suku pipi merah hanya karena sudah dua hari tidak menjumpai igo dan lala.  Ucok rindu untuk bisa bermain bersama kembali………akan tetapi….baru beberapa langkah memasuki wilayah suku pipi merah …………..terdengar suara gertakan………

Pengawal suku PM1   :  siapa kamu berani masuki wilayah suku pipi merah……hohoho…..rupanya ada tamu kecil masuk sini…..hahaha

Ucok                           :  mmmmm……(memperlihatkan wajah takut)….saya…..saya tersesat……

Pengawal suku PM2   :  hahaha tersesat…………kamu pasti dari suku pipi hijau…kamu mau mencuri buat petai lagi ya………………hahaha…..kali ini kamu tidak mungkin lagi bisa lolos…..

Ucok                           :  ampun……saya tidak berniat mencuri ……….. saya hanya……hanya……..

Pengawal suku PM1   :  sudah jangan banyak bicara mari kita bawa ke paduka kepala suku pipi merah…………..hahaha…………

Ucok                           : (meronta-ronta) jangan……lepaskan…………saya tidak berniat mencuri…….saya……..saya……..

Pengawal suku PM2   :  sudah diam kamu……………..ayo ikut kami………………….

Pengawal suku PM1   :  paduka………paduka …………lihat……….siapa yang kami dapatkan… maling kecil dari suku pipi hijau…………

Kepala suku PM          :  hahahahahaha………..hohohohoh…….akhirnya tertangkap juga pencuri buah petai ku………..hoahahahaha……… hei anak kecil siapa nama mu?

Ucok                           :  (dengan wajah memberanikan diri) saya……..saya anak kepala suku pipi hijau…………..

(Kepala suku PM dan yang lainnya tertawa………..hahahahahahahaha)

Kepala suku PM          :  haha sungguh berani kamu anak kecil…………..pengawal ikat dan bakar dia……………………….hahahaha….hahaha……….ahaha…mari kita adakan pesta……..haha

Pengawal PM1dan2    :  siap padukan………..ayo setan kecil…………kamu harus kami makan habis………haha…….tentu daging kamu empuk ya……haha

Ucok                           :  (berteriak) lepaskan-lepaskan…………saya bukan pencuri…..igo….lala…..tolong aku……………….igo …….. lala………

(ucok diikat ditiang dan akan dibakar hidup-hidup)

Ucok                           :  igo …………… lala ……………. igo …………….. lala ………..dmana kalian ………. igo……. lala……

Igo dan lala                 :  (Keluar dari tenda) ucok …… ucok ….. ucok …… (mereka berbarengan mendekat ke arah tiang dimana ucok diikat hendak dibakar) …………papi……..papi……….jangan bakar teman kami ….. papi saya sudah bersahabat dengan dia lama sekali …….. papi ……

Kepala suku PM          :  igo …. lala … minggir …. atau kalian mendapat hukuman lagi …. sudah cukup kalian membuat masalah kemarin …. sekarang biarkan papi menghukum maling kecil ini…….. ayo cepat

Narator:

Adik-adik….igo dan lala tidak bisa berbuat banyak…….papi pipi merah tetap akan membakar sahabat mereka ucok…………dan hukuman itu dilaksanakan esok hari……… igo dan lala menangis………. tidak tahu harus berbuat apa…. hingga tiba-tiba mereka teringat cerita tentang Tuhan Yesus yang datang ingin mendamaikan manusia berdosa dengan Tuhan………… apa yang mereka lakukan …..?

Igo                               :  adikku apakah kamu mau ikut aku?

Lala                             :  ikut kemana kak? ……………

Igo                               :  kalau kamu percaya sama kakak…………….ada yang dapat kita lakukan menolong ucok……… kamu ingat Tuhan Yesus lahir kedunia untuk menyerahkan dirinya untuk perdamaian …….menggantikan orang berdosa?

Lala                             :  iya lala ingat…………….. itu kan cerita kakek pendeta?

Igo                               :  ayo ikut kakak……………………….(sambil menarik lengan lala)

( Panggung sunyi )

Narator:

Malam berganti dengan pagi. Dan pagi itu memang sunyi sekali……….tetapi………..kesunyian itu tiba-tiba berubah menjadi gaduh dan ramai oleh kedatangan suku pipi hijau yang menyeberangi sungai untuk masuk ke wilayah suku pipi merah……… dan perhatikan adik-adik…………….ternyata bersama mereka ada igo dan lala dengan tangan terikat………oh….aneh sekali……… rupanya malam itu igo dan lala pergi menyeberang ke suku pipi hijau dan mengharapkan perdamaian dengan menyerahkan diri mereka ke tangan suku pipi hijau….. yah igo dan lala ingin mereka dijadikan tawanan untuk ditukarkan dengan nyawa sahabat mereka ucok…………..akhirnya ucok pun bisa diselamatkan karena pengorbanan kedua sahabatnya…..dan bukan itu saja………..kedua suku ini pun suku pipi merah dan pipi hijau bisa berdamai………..mereka tidak lagi bermusuhan………karena mereka malu terhadap anak mereka sendiri yang lebih dahulu berdamai……………

(semua pemain berkumpul dan tampil pertukaran pendamaian pun dilakukan sambil bergandengan tangan)

Paduan suara menyanyikan lagu track 4

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: