Hidup Menembus Batas

HIDUP MENEMBUS BATAS

Pendahuluan

Kita semua hidup dalam dunia yang serba menekan – dengan tekanan yang hampir selalu bersifat negatif. Menurut beberapa penelitian, kondisi ini membuat sebagian besar manusia mengembangkan 3 pola dalam menghadapi kehidupan yang menekan. Yang pertama, orang yang lemah, menunggu kesempatan. Yang kedua, orang yang kuat, menciptakan kesempatan. Dan yang ketiga, orang yang cerdik/bijak memanfaatkan kesempatan.

Nah, bagi orang tipe pertama, bila kesempatan belum datang, dia akan menunggu dan menunggu sampai kesempatan itu datang, Bila setelah ditunggu kesempatan belum juga datang, dia berpikir, dan berpasrah beginilah memang nasibku. Tipe manusia kedua: bagi orang kuat, bila kesempatan belum datang, dia akan mengunakan berbagai macam cara, kreatifitas, koneksitas, dan segenap kemampuannya untuk menciptakan kesempatan itu datang padanya. Sedangkan tipe manusia ketiga: bagi orang cerdik/bijak, dia akan memanfaatkan kesempatan itu, karena dia menyadari kesempatan adalah sesuatu yang berharga, belum tentu kesempatan itu datang untuk kedua kali.

Saya tipe yang mana:

Saya tidak tahu tipe anda yang mana, namun yang pasti Petrus juga telah memilih salah satu dari tiga pola dalam menghadapi tekanan hidup sebagaimana diuraikan di atas.  Dan rupa-rupanya apa yang dipilih oleh Petrus membuat dia mampu untuk hidup menembus batas.

Adakah cara untuk hidup menembus batas? Jawabannya ”ada” dan Petrus sudah membuktikan hal itu. Tuhan mengenali kondisi kita sebagai manusia dan menjawab tantangan tersebut melalui kasih setia-Nya yang luar biasa. Malam hari ini kita semua akan belajar menjadi anak-Nya yang dapat hidup menembus batas dengan hidup dalam kuasa-Nya yang luar biasa. Tidak lagi hidup sebagai orang yang sekedar bertahan hidup tetapi sebaliknya Anda dapat hidup menembus batas

Hidup menembus batas berarti:

BACA: Matius 14:22-36

GALI:

  1. Apakah yang diperintahkan Yesus kepada murid-murid-Nya? Apa yang menjadi tujuan Yesus dalam perintahnya kali ini? Bagaimanakah respon dari murid-murid kaitkan dengan kondisi badan dan waktu serta cuaca ? (ayat 22)
    1. _____________________________
  1. Apakah yang mereka mereka alami setelah perahu mereka berjalan beberapa mil jauhnya dari pantai? Apakah angin sakal itu?[1] Apakah yang dilakukan oleh para murid-murid ketika mengalami gangguan angin sakal? (ayat 24)
    1. ________________________________

DAPAT

  1. Dimanakah Yesus ketika murid-murid berangkat ke seberang? Dan dimanakah Yesus ketika murid-murid mengalami kesulitan? (ayat 23 dan 25) – Bayangkan dengan rentang jarak yang harus ditempuh oleh murid-murid minimal 3 jam.  Apakah yang dilakukan oleh Yesus? (ayat 27)
    1. _______________________________

DAPAT

  1. Bagaimanakah respon Petrus ketika melihat Tuhan Yesus datang? Bandingkan dengan murid yang lainnya (ayat 26 dan 28); Apa yang diperintahkan oleh Yesus melihat dan mendengar seruan Petrus? Apa yang dilakukan Petrus mendengar ajakan Yesus? (ayat 29)
    1. _______________________________

DAPAT

  1. Mengapa Petrus yang semula dapat berjalan di atas air menjadi tenggelam? [Ayat 30 — Tetapi ketika dirasanya tiupan angin” Terjemahan Alkitab Sehari-hari sama dengan beberapa terjemahan dalam bahasa Inggris, bunyinya “But when he saw the wind” (NIV)] Apa yang dilakukan oleh Petrus ketika dia merasa tenggelam dan apa yang dilakukan oleh Yesus? (ayat 30 dan 31)  — bandingkan pengalaman rohani apa yang juga dialami oleh orang-orang di Genesaret yang mengalami kesembuhan dari sakit! (ayat 34-36
    1. _______________________________________

DAPAT

Dia yang menyuruh, Dia juga yang akan memberikan kekuatan. Terpujilah Tuhan.


[1]Angin sakal bukanlah angin yang menghasilkan gelombang badai, tetapi  terutama dimaksudkan sebagai angin yang bertiup berlawanan  dengan arah yang dituju murid-murid (bandingkan dengan terjemahan bahasa Indonesia sehari-hari dan bahasa Inggris).Tuhan sendiri yang menyuruh murid-murid berangkat ke seberang, namun angin yang kuat berhembus berlawanan arah sehingga murid-murid sangat kepayahan mendayung perahu.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: