Tiga Disiplin Rohani dan Motivasinya: Mengembangkan Kehidupan Berelasi yang Benar dengan Tuhan

Tiga Disiplin Rohani dan Motivasinya:

Mengembangkan Kehidupan Berelasi yang Benar dengan TUHAN

——————- Matius 6:1-18 ——————

Pendahuluan

Apa yang terlintas di pikiran Anda saat Anda mendengar kata “disiplin”? Tanpa memaksa otak untuk berpikir keras, dengan waktu yang relatif cepat, Anda sudah dapat menyimpulkan jawabannya. Ah, disiplin adalah sesuatu yang menjengkelkan, berat, dan Anda pasti enggan untuk melakukannya.

Kalau dalam Mat 5:21-48 Tuhan Yesus menyerang ajaran ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, maka dalam Mat 6:1-18 Tuhan Yesus menyerang praktek / kehidupan dari ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Ajaran mereka yang salah menimbulkan praktek / kehidupan yang salah, dan kedua-duanya diserang oleh Tuhan Yesus. Yesus perlu mendisiplin orang-orang mempraktekan kehidupan rohani yang salah. Yesus juga menghendaki disiplin rohani kita tidak hanya sebatas pada sebuah rutinitas saja dan bukan juga disiplin rohani yang kehilangan kuasanya untuk membawa kita bertatap muka dengan Allah.

Pembahasan

  1. Apakah tema dari Matius 6:1-18? (v. 1)

Perhatikan 2 kata kuncinya yakni: (a) supaya dilihat à theathenai à artinya: _____________________________________________________________________________________________________________________________ dan (b) kewajiban agamamu à dikaiosune à artinya: ____________________________________________________________________________________________________________________________________

Apa yang dapat disimpulkan dari bagian ini jika dibandingkan dengan 5:16 : ______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

  1. Sebutkan tiga cakupan disiplin rohani yang disoroti oleh Yesus pada bagian firman Tuhan ini? (vv. 2-4; 5-15; 16-18)
    1. ____________________________________________________________
    2. ____________________________________________________________
    3. ____________________________________________________________
  2. Apakah yang disoroti oleh Tuhan Yesus dalam persoalan memberi sedekah? (vv. 2-4)
    1. Apakah arti mencanangkan? (v.2) NASB: ‘do not sound a trumpet before you’ NIV: ‘do not announce it with trumpets’: ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
    2. Apakah arti orang munafikàhupochritai? (v.2)

____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

    1. Apakah arti: Jangan diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu? (v.3) Bandingkan perkataan Calvin: “By this expression he means that we ought to be satisfied with having God for our only witness”

____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

  1. Apakah yang dikatakan oleh Tuhan Yesus mengenai hal berdoa (vv.5-15)
    1. Apakah yang dianjurkan oleh Tuhan ketika kita berdoa? ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
    2. Apakah Tuhan menginginkan kita melakukan semuanya itu secara hurufiah? (band. Kehidupan doa Yesus sendiri Mark 1:35; Mat 26:36-46 dan Luk 3:21 Luk 23:34 Yoh 11:41-42) ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
    3. Apakah yang sebetulnya dilarang oleh Tuhan Yesus ketika kita berdoa? ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
  2. Apakah berpuasa itu penting, harus atau tidak harus? (v.16; lih. v.2, 5)
    1. Kata apabila dalam banyak terjemahan lain dipakai kata When (ketika) dan bukan if (jika) implikasi dari penggunaan kata when you fast adalah ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
    2. Apa yang disarankan oleh Tuhan Yesus ketika berpuasa? (v. 17) ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Penutup

3 hal di atas tadi (memberi sedekah, berdoa, berpuasa) hanya contoh. Tentu saja dalam semua perbuatan baik kita tidak boleh pamer. Misalnya:

· dalam melakukan pelayanan.

· dalam memberitakan Injil.

· dalam belajar Firman Tuhan.

· dalam ketaatan terhadap Firman Tuhan.

· dalam memberi persembahan di gereja.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: